Posted by: Visi on: May 27, 2008
Hm, itu bukan pertanyaan penjual ayam keliling yang sering lewat depan rumah gw tiap pagi. Tapi pertanyaan dari seorang guru untuk kami semua para muridnya. “Kalian mau jadi kepala, atau ekor?” tanya beliau.
Jujur, gw sendiri masih bingung mau memutuskan apa. jadi ekor? Artinya gw cuma bisa mengikuti apa yang udah baku, gak bikin gebrakan atau suatu perubahan yang mungkin, ikut mempengaruhi nasib orang lain.Jadi kepala? Berarti gw siap jadi yang di depan, diikuti orang lain dan bisa memberi contoh yang baik untuk yang lain.
Dilema? Banget. Kalo dipikir secara logis, harusnya kita jadi kepala. Tunjukkin apa yang kita mampu kepada dunia. Jangan disimpen sendiri atau malah ngikutin yang salah dari kepala kita. Tapi, kalo semua orang jadi kepala, terus siapa yang bakal jadi ekor? Kalo semua jadi pemimpin, siapa yang dipimpin? Terlalu banyak kepala nggak akan menyelesaikan masalah, malah bisa bikin kacau. Yang satu maunya kesini, yang itu maunya begitu.. Tapi kalo semua jadi ekor, siapa yang memimpin? Kalo gak ada yang mengkoordinasikan, hidup bisa kacau juga. Semuanya damai terjadi tapi gak terarah.
Hm. Kayaknya kita emang harus fleksibel. Harus tau kapan saatnya jadi ekor, dan kapan saatnya jadi kepala. Lebih manusiawi kan? Karena hidup ini sifatnya dinamis..
postingan terbaru,,, tentang TO…
June 4, 2008 at 3:48 pm
kalo misalnya jadi badan gmn?? di tengah2 gitu deh, hehehehehehehe… kepala bukan, ekor jg bukan
…. plin plan yakkkkkkk….