Survey hari kedua saya lewatkan begitu saja, karena saya tidak mungkin lagi melarikan diri dari tugas akhir mata kuliah Psikologi Eksperimen juga UAS take home mata kuliah Kode Etik yang sangat galau soro. Saya mengalah deh, daripada mengais rupiah di kota orang mending mengais ilmu di kampus sendiri dulu. Nanti pasti bakal ada waktunya bagi saya mendedikasikan waktu luang untuk bekerja. Kenapa kerja di waktu luang? Entah kenapa, yang selalu saya bayangkan kalau sudah berkeluarga nanti saya bekerja tanpa terikat. Rasa-rasanya kerja model begitu lebih masuk akal daripada harus seharian duduk manis kantor, from 8 to 16.
Oke, balik lagi ke topik Running Surveyor.
Hari kedua ambil data ternyata stagnan. Padahal tim hari kedua sudah berangkat lebih pagi, namun entah kenapa penduduknya seperti pada ngumpet. Tidak banyak yang bersedia menjadi responden. Kemudian karena iseng dan tugas juga sudah terkumpul, akhirnya Sabtu, 2 Juli 2011 kemarin saya ikut lagi ke Mojokerto. Ternyata strategi yang dipakai hari ini berbeda. Tidak lagi berpencar di setiap RT, namun di setiap RW, untuk memperbanyak kemungkinan mendapatkan responden (target kami adalah mendapatkan 250 responden di setiap kelurahan). Berdasarkan perhitungan sih, strategi ini tidak merusak rencana untuk menggunakan model stratified random sampling, tapi yah tidak tahu juga sih. Saya belum terlalu mahir membedakan jenis-jenis sampling. Palingan tahunya cuma yang simple random atau snowball saja.
Hari itu saya kebagian melakukan survey di RT 2, baik di RW 1 dan RW 2. Saya kembali buta wilayah. Kantor Kelurahan tutup, lalu Mas Jonny sang koordinator lapangan tidak ikut survey pada hari itu, padahal dia yang bawa peta. Akhirnya saya dan Benny yang kebetulan satu regu, kembali melancarkan aksi malu bertanya sesat di jalan. Pertama, asal ketok pintu rumah orang yang terbuka.
*to be continued*


Asop
July 4, 2011 at 13:16
Bagus, tugas lapangan.
Visi
July 4, 2011 at 20:12
hehe iya, lumayan seru
dapet uang saku dan sekalian jalan-jalan :p