RSS

Walk Across the Time

Lanjutan dari posting sebelumnya, karena Jumat, 29 Juli 2011 kemarin sepertinya memang disediakan untuk saya bertemu dengan teman-teman saya. Setelah paginya merasakan naik Transjakarta bersama dan siangnya melalui sesi curhat, malamnya kami datang ke acara Revival 4 yang bertagline Walk Across the Time. Acara Revival ini merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Pengurus OSIS. Eh tapi jangan salah, yang kerja bukan cuma Pengurus OSIS saja, anak-anak yang hanya jadi anggota OSIS juga bantu kok, malahan mereka memberikan banyak sekali kontribusi.

Awalnya saya ragu akan datang. Soalnya malu, udah umur segini masih aja mainannya pensi saya nggak yakin bisa pulang sebelum  acara ini diselenggarakan. Jadi tiap kali teman-teman saya tanya “Siapa yang datang Revival?” saya selalu jawab, “Yah gak tau, kayaknya nggak dateng. Soalnya gw gak yakin bisa pulang pas tanggal segitu,” agar tidak menimbulkan spekulasi dan membuat orang-orang berharap saya akan hadir di Istora Senayan pas tanggal 29 Juli. Lagian, kayak ada yang ngarepin saya dateng aja. Padahal aslinya mah saya mau banget, soalnya dari beberapa grup yang jadi guest star ada Maliq & D’Essentials (grup musik kesukaan saya sejak masih SMP sampe sekarang). Padahal dari dulu Maliq udah sering manggung dimana-mana, bahkan di Surabaya aja mereka langganan tampil sebulan sekali–tapi entah kenapa saya merasa kurang tertarik untuk datang menonton Maliq selain di pensi sekolah saya. Ada beberapa alasan kenapa saya gak tertarik. Salah satunya adalah karena saya bukan anak gaul pensi. Pensi pertama yang saya hadiri adalah Revival 2, itu juga jadi panitia. Jadi gak bisa dibilang nonton juga, orang pas acaranya berlangsung saya malah sibuk mondar-mandir keliling GOR Soemantri. Pensi kedua yang saya hadiri dan pertama kali saya nikmati sebagai penonton adalah Revival 3 yang berlangsung tahun lalu, terus Revival 4 kemarin itu pensi kedua yang saya tonton.

Selain pengen banget liat Maliq, saya juga penasaran pengen nonton Barry Likumahuwa Project–selama ini saya cuma pernah denger lagunya lewat mp3 dari ponsel teman, dan menurut saya, mereka main musiknya asyik gitu di telinga. Selain BLP saya juga penasaran sama Gugun Blues Shelter yang jadi band pembuka di konsernya Bon Jovi–kata adik saya yang (sepertinya) merupakan penggemarnya, lagu-lagu mereka keren. Okelah, jadi sebenarnya saya amat sangat ingin nonton cuma sok-sok merepresi aja. Belum lagi godaan dari teman-teman saya yang sibuk merayu untuk datang–sekalian reuni, mumpung lagi banyak anak-anak perantau yang pulang ke Jakarta. Argh yasudah akhirnya saya berusaha mencari celah dimana saya bisa sejenak meliburkan diri dari kegiatan organisasi kampus. Kalo dipikir-pikir sepanjang semester lalu pikiran saya udah butek banget, jadi pengen liburan walau sebentar saja–yang penting saya bisa ngelupain masalah organisasi untuk sesaat, biar nanti pas waktunya harus serius kerja udah gak kepikiran pengen liburan lagi.

Singkat cerita, akhirnya saya berhasil kabur meminta izin untuk pulang selama beberapa waktu, hingga akhirnya bisa datang ke Revival 4. Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on July 31, 2011 in Uncategorized

 

A(n) (un)Coincidence

Selama bulan Juli ini hidup saya sangat-sangat berwarna. Betapa tidak, sejak awal bulan banyak hal yang terjadi–ada yang menyenangkan sampai saya senyum-senyum hingga ketiduran, ada yang membuat labil sampai saya susah makan, ada yang menegangkan sampai saya bolak-balik ke toilet. Salah satu dari kejadian yang membuat saya tidur sambil tersenyum salah satunya adalah apa yang terjadi kemarin.

Jakarta selalu terasa asing tanpa saya bertemu keluarga dan teman-teman semasa sekolah–juga #nomention. Hmm sebenernya nggak harus lengkap ada sih, salah satu atau salah dua aja sudah cukup, tapi pastinya bakal lebih asik kalo bisa ada tiga-tiganya. Kebetulan kali ini libur universitas saya ada yang samaan sama teman-teman saya, dan kebetulan juga saya dapet izin meliburkan diri dari aktivitas organisasi–kebetulan lagi orangtua saya meminta saya pulang. Jadilah saya ketemuan dengan teman-teman SMA saya. Jam 9 pagi saya sudah berangkat dari rumah, lalu di Pondok Gede janjian bertemu dengan Destri dan Santika (dua dari empat teman dekat saya semasa SMA), kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju Shelter Busway Pinang Ranti dan naik bus sampai Shelter Semanggi. Di Shelter Semanggi kami bertiga menunggu Bella, teman saya yang lainnya, kemudian setelah bertemu Bella kami berpindah rute busway ke koridor 1, melalui jembatan sepanjang jalan kenangan untuk menyebrang ke jalan Jenderal Soedirman, dari Jalan Gatot Subroto. Lanjut, naik bus lagi sampai Shelter Bundaran Senayan untuk bertemu Winny yang naik dari daerah Kampung Melayu. Eh ternyata kelewatan turun, habis mas-mas di buswaynya bilang “halte Ratu Plaza” sedangkan kami tahunya harus turun di halte Bundaran Senayan. Akhirnya kami turun di Shelter Masjid Agung, lalu naik bus balik ke halte Bundaran Senayan. Read the rest of this entry »

 
4 Comments

Posted by on July 30, 2011 in Uncategorized

 

Me and Mr. Moscovitz

Kata-kata diatas saya pakai karena dari dulu saya suka banget sama lagu Me & Mrs. Jones-nya Michael Buble. Saya suka lagu ini bukannya gara-gara hidup saya sesuai dengan isi lagu itu, bukan kok. Saya tidak punya kebiasaan duduk di kafe tiap jam setengah 7, terus ketemuan sama orang yang bergelar Mr., membuat rencana bersama sampe akhirnya merasa bersalah pada pasangan masing-masing (lirik lagu asli lagu itu adalah “We meet everyday at the same cafe, 6.30 I know she’ll be there. Holding hands, making all kinds of plans”).

Lalu?

Saya suka tokoh Michael Moscovitz yang digambarkan di dalam novel serial The Princess Diaries. Entah kenapa (kalo di dalam buku itu) dia digambarkan sebagai lelaki yang sangat unyu. Siswa berprestasi, wajah tampan, baik hati, mahir main musik dan jago olahraga tapi tidak terlalu terkenal, karena ia kurang suka jadi pusat perhatian jadi jarang-jarang tampil. Setelah lulus SMA, Michael kuliah di Columbia University (Ivy League yang sekarang jadi kampusnya Cinta Laura). Parah, kurang mantap apa lagi coba ini cowok. Michael ini bukan tokoh utama, tapi dia jadi banyak disorot karena konon ia adalah kakak dari Lily Moscovitz, sahabat baik Mia Thermopolis sejak kecil. Kalo baca novel ini saya jadi suka berandai-andai apakah cowok seperti Michael ini sungguh ada di dunia nyata, mengingat pada akhir serial ini dikisahkan bahwa Michael bergabung dengan tim peneliti pengembangan alat kedokteran untuk membuat robot yang bisa membantu proses operasi jantung. Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on July 25, 2011 in Uncategorized

 

Running Surveyor #2

Survey hari kedua saya lewatkan begitu saja, karena saya tidak mungkin lagi melarikan diri dari tugas akhir mata kuliah Psikologi Eksperimen juga UAS  take home mata kuliah Kode Etik yang sangat galau soro.  Saya mengalah deh, daripada mengais rupiah di kota orang mending mengais ilmu di kampus sendiri dulu. Nanti pasti bakal ada waktunya bagi saya mendedikasikan waktu luang untuk bekerja. Kenapa kerja di waktu luang? Entah kenapa, yang selalu saya bayangkan kalau sudah berkeluarga nanti saya bekerja tanpa terikat. Rasa-rasanya kerja model begitu lebih masuk akal daripada harus seharian duduk manis kantor, from 8 to 16.

Oke, balik lagi ke topik Running Surveyor.

Hari kedua ambil data ternyata stagnan. Padahal tim hari kedua sudah berangkat lebih pagi, namun entah kenapa penduduknya seperti pada ngumpet. Tidak banyak yang bersedia menjadi responden. Kemudian karena iseng dan tugas juga sudah terkumpul, akhirnya Sabtu, 2 Juli 2011 kemarin saya ikut lagi ke Mojokerto. Ternyata strategi yang dipakai hari ini berbeda. Tidak lagi berpencar di setiap RT, namun di setiap RW, untuk memperbanyak kemungkinan mendapatkan responden (target kami adalah mendapatkan 250 responden di setiap kelurahan). Berdasarkan perhitungan sih, strategi ini tidak merusak rencana untuk menggunakan model stratified random sampling, tapi yah tidak tahu juga sih. Saya belum terlalu mahir membedakan jenis-jenis sampling. Palingan tahunya cuma yang simple random atau snowball saja.

Hari itu saya kebagian melakukan survey di RT 2, baik di RW 1 dan RW 2. Saya kembali buta wilayah. Kantor Kelurahan tutup, lalu Mas Jonny sang koordinator lapangan tidak ikut survey pada hari itu, padahal dia yang bawa peta. Akhirnya saya dan Benny yang kebetulan satu regu, kembali melancarkan aksi malu bertanya sesat di jalan. Pertama, asal ketok pintu rumah orang yang terbuka.

*to be continued*

 
2 Comments

Posted by on July 4, 2011 in Uncategorized

 

Running Surveyor #1

Beberapa minggu ini saya sering nonton sesuatu di laptop sambil ngakak. Bukan gara-gara setres ngerjain laporan dan tugas-tugas mengerikan sebagai pengganti UAS semester ini, tapi karena nonton variety show berjudul Running Man, setelah dicekokin terus sama Churnia yang sangat tergila-gila pada Song Joong Ki (yang tadinya saya kira disukai Churnia hanya karena tampang cute-nya, tapi ternyata bukan cuma itu wkwk). Saking seringnya nonton acara ini, entah karena apa saya sampe mimpi-mimpi. Jalan di suatu tempat entah dimana, semacam terjebak, lalu di mimpi itu saya melihat ada yang memberikan saya petunjuk mengenai bagaimana cara menemukan jalan keluar, hingga akhirnya saya berputar-putar dan menemukan jalan keluar (sambil lari-lari, udah kek Song Ji Hyo di Running Man. Bener dah).

Ternyata minggu depannya setelah saya mimpi itu, saya mengalami kejadian yang hampir mirip dengan mimpi saya. Jadi begini, dosen saya diminta salah satu pihak luar untuk membantu surveynya mengenai sesuatu hal pada masyarakat Mojokerto, dan karena dosennya juga sibuk, jadilah beliau minta tolong mahasiswanya untuk menyelesaikan tugasnya. Saya aslinya bukan mahasiswa yang ngetop di kalangan dosen, tapi kebetulan saya punya kenalan kakak kelas yang dikenal baik oleh dosen. Akhirnya kakak kelas tersebut mengajak saya, dan jadilah saya bergabung pada tim surveyor. Berhubung kegiatan survey dilaksanakan saat masa-masa Ujian Akhir Semester, jadi semua anak nggak ada yang mau kalo nginep. Maka dibuatlah sistem pulang-pergi (Surabaya-Mojokerto cuma 1,5 jam kok. Kalo lancar) dan setiap harinya tim yang berangkat bisa berbeda. Saya harusnya tidak berangkat saat hari pertama pengumpulan data, tetapi karena teman saya yang bernama Adinda bilang “Kalo kamu nggak ikut, nanti aku jadi cewek sendirian di mobil huhu temenin dong Visi,” jadinya saya memutuskan ikut, padahal tugas laporan eksperimen kelompok saya masih belum kelar. Saya ikut bukan karena reward yang akan saya dapet, tapi dalam rangka menemani kawan saya. Eh ternyata si Jihan juga ikut, jadilah tim surveyor hari pertama berangkat dengan formasi 3 wanita dan 6 lelaki. Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on July 3, 2011 in Uncategorized

 

Tags: ,

Korban Iklan

Setting: lesehan warung penyetan di sekitar kampus

Pelaku: X1, X2, X3, X4

Waktu: Malam hari, sekitar pukul 19.30 Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on June 20, 2011 in Uncategorized

 

Tags: , ,

Orang Baik

Orang baik selalu mati muda. Orang baik itu disayang Tuhan. Orang baik akan masuk surga.

tapi sayangnya, orang baik itu membosankan.

Gara-gara semester itu ngambil mata kuliah kode etik, saya jadi tahu kalau ternyata etika dan etiket itu berbeda. Parah banget, berarti selama ini gw kemana aja?  Dulu-dulu saya selalu mikir etika dan etiket itu sama, cuma tergantung orang aja dia mau pake kata-kata yang mana :p

Setelah terpaksa membaca buku berjudul Etika karangan K. Berthens untuk mengerjakan Ujian Tengah Semester yang sistemnya take home, saya baru ngerti kalau ternyata etika adalah nilai-nilai yang sebaiknya dianut manusia dalam berperilaku. Etika berlaku universal, dimana saja, kapan saja, dan pada siapa saja. Sebaliknya, etiket hanya berlaku ketika kita berhadapan dengan orang-orang tertentu, pada waktu tertentu, dan pada tempat-tempat tertentu saja. Contoh paling nyata adalah kebiasaan kita makan sambil duduk santai (baca: naikin kaki ke atas kursi). Kalo kita lagi sendirian, who cares? Sok lah mau makan sambil jumpalitan atau dengerin lagunya 7 icons sambil senam aerobik juga bisa, asal siap dengan resiko tersedak dan gak ada yang nolong kalo mendadak sesak napas. Tapi kalo ada orang, apalagi psikolog yang liat? Siap-siap dikira ADHD. Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on June 6, 2011 in Uncategorized