RSS

Susahnya Jadi Pemimpin

14 May

Wow, akhir-akhir ini makin banyak rakyat yang mendemo pemerintah seiring dengan rencana kenaikan harga BBM sebanyak 30% dari harga saat ini. Rakyat merasa berat dengan kebijakan pemerintah yang satu ini, walaupun sebagai kompensasi dari kenaikan harga BBM ini rakyat yang ‘dinilai’ membutuhkan akan diberikan Bantuan Langsung Tunai sebesar seratus ribu per bulannya.

Karena gw berposisi sebagai rakyat, merasa bingung. Mau setuju, kayak gw punya duit aja. Yang kasian orangtua gw dong. Gaji tetap, pengeluaran makin besar. Tapi kalo nggak setuju, sayang uangnya pemerintah dong. Harusnya bisa untuk membangun negara disektor lain, tapi malah dihabiskan untuk belanja minyak bumi. Dibakar juga jadi asap, menambah emisi karbon. Emang gak bisa dipungkiri juga kalo sekarang tuh BBM dibutuhkan banget. Untuk transportasi misalnya, karena pengguna mobil dan sepeda motor di dunia, makanya konsumsi BBM ikutan menanjak. Selain itu, karena bertambahnya sumber daya manusia, pasti semakin banyak juga orang yang butuh transportasi.

Sebenernya BBM, transportasi, dan kehidupan itu seperti lingkaran setan. Kalo diputus, tetep aja bakal nyambung lagi. Kalo gak ada BBM, kita gak mungkin bisa bermobilisasi sesuai dengan kebutuhan. Pedagang sayur bisa rugi besar kalo sayuran yang mereka jual masih didistribusikan secara manual (gak pake kendaraan bermotor maksud gw). Tapi kalo semua orang pake kendaraan bermotor, jalanannya jadi penuh dong? Macet dimana-mana, dan BBM terbuang sia-sia.. Kita gak pindah tempah tapi BBM tetep abis. Akhirnya beli BBM lagi kan.

Yah, itu baru pemikiran gw. Apa yah yang ada dipikiran pemerintah? Pasti mereka pusing. Soalnya rakyat Indonesia itu banyak. Terlalu banyak malah kalo menurut gw. Bukannya gw gak suka punya banyak teman sebangsa dan setanah air, tapi memimpin orang sebanyak itu kan bukan pekerjaan yang mudah.

Sulit untuk menentukan sikap. Mungkin adil untuk sebagian orang, tapi menyusahkan bagi sebagian orang lain. Mungkin yang di timur butuh ini, yang di barat butuh itu. Kalo udah kayak gini, prioritaslah yang harus dpertimbangkan. Tapi sekali lagi, sulit untuk menyusun prioritas yang adil bagi semua orang.

Pemerintah juga manusia biasa, mereka bukan Tuhan. Mereka cuma bisa berusaha mengerjakan tugas dengan baik *walau gw yakin pasti ada juga yang gak peduli* dan menyeselesaikan persoalan rakyat. Kita sebagai rakyat boleh kok ngasih saran, kritik, dan sebagainya. Tapi jangan menyudutkan pemerintah juga dong.. siapa sih yang bisa berpikir jernih kalo diteriakin? Siapa sih yang bisa tenang kalo dia gak didukung sama orang lain?

Apa reaksi kita kalo ada diposisi pemerintah? Ngomong sih gampang, tapi realisasi? Itu yang susah. Mungkin lo berpikir gw mendukung pemerintah? Hm, gak juga. I just want to speak up my aspiration..

 
16 Comments

Posted by on May 14, 2008 in Uncategorized

 

16 responses to “Susahnya Jadi Pemimpin

  1. ssw

    May 14, 2008 at 10:49

    tapi… seharusnya pemerintah seneng banyak didemo.. Rakyatnya berarti masih perhatian sama pemerintah….

    coba, kalo gak perhatian, dicuekin tuh sby-jk…

    Tapi… lebih gampang ngeliatin orang main catur daripada main caturnya sendiri…

    hahaha,,,

     
  2. fisHy

    May 14, 2008 at 13:04

    * ssw : gw tidak mempermasalahkan demo itu artinya perhatian dari rakyat untuk pemerintah. Itu bener, tapi yang gw permasalahkan adalah banyaknya orang yang meremehkan pemerintah, sementara mereka juga sadar bahwa kalo misalnya mereka yang ada di posisi pemerintah mereka juga bakal melakukan hal yang sama.

     
  3. Rea

    May 14, 2008 at 16:51

    makanya, cari sumber energi alternatif… hahaha

    iya tuh, bapak gue akhir-akhir ini lembur mulu. Hari minggu kemaren malah masuk kerja.. Ngurusin harga BBM naik.. Kasian..

     
  4. fisHy

    May 14, 2008 at 21:00

    * rea : oia, sumber energi alternatif itu bikinnya susah apa gampang sih?
    kan kalo di amrik banyak yang pake minyak jelantah untuk bahan bakar mobilnya, itu mesin mobilnya sama apa enggak sama mobil biasa?

     
  5. Rea

    May 14, 2008 at 22:40

    ngga tau deh.. ntar gue cari tau🙂

     
  6. ssw

    May 15, 2008 at 18:38

    Makanya, naik sepeda…

    kayak Ruslan

     
  7. fisHy

    May 15, 2008 at 18:45

    * rea : ehm.. sip kalo udah tau kasi tau gw yaa!

    * ssw : ehm.. rumah gw jauh yo. kalo naik sepeda beresiko tinggi..

     
  8. coetmutu

    May 15, 2008 at 19:49

    solusinya adalah “back to nature”
    jual motor pake kuda, buat angkat sayur pake andong, delman, becak, speda ato walking kemana-mana.
    kalo semua orang kayak gitu pasti bbm hemat n bebas polusi.

     
  9. fisHy

    May 15, 2008 at 19:53

    * coetmutu : hha, rumah saya kira-kira 10 kilo dari sekolah. memang blum sejauh rumahnya lintang yang di novel laskar pelangi.

    untuk jaman sekarang dengan mobilitas penduduk yang tinggi mungkin sepeda motor bisa dialihkan dengan penggunaan transportasi umum. Masalahnya, banyak yg merasa kurang nyaman dengan kondisi transportasi umum yang ada saat ini. Jadi, sebelum meniadakan sepeda motor sebaiknya pemerintah memaksimalkan fasilitas kendaraan umum.

    transjakarta, subway, monorel, atau bikin trem.

     
  10. ompiq

    May 16, 2008 at 07:26

    Kalo susah, ngapain capek2 kampanye dan mau menjadi pemimpin?

     
  11. fisHy

    May 16, 2008 at 07:30

    * ompiq : yang saya tahu, jadi pemimpin itu berat. Berat sekali malah. Karena setiap orang yang pernah memimpin akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat nanti.
    namun, walaupun tugas yang diembannya sangat berat, banyak juga yang akan mendoakan mereka agar selalu selamat dan sejahtera, apalagi kalau mereka melakukan pemerintahan dengan baik, semakin banyak doa dan berkah yang mereka dapatkan.

    mungkin, itulah yang dicari oleh orang-orang yang sibuk kampanye.

     
  12. molko

    May 16, 2008 at 17:43

    kumaha maneh weh dro lieur ah

     
  13. Irfan

    May 16, 2008 at 19:31

    bener juga vis,pemerintah kan kumpulan manusia terpilih.
    tapi mereka cuma manusia juga,pasti ada salahnya

    salah satu yg gw kurang setuju adalah diumuminnya kalo BBM bakal naik
    Dalam hukum ekonomi ini sangat…(salah),S A N G A T D ILARANG

    kenapa?? karena salah satu faktor yg mempengaruhi harga adalah expetation ato harapan masyarakat akan harga di masa depan

    kok bisa pengaruh??
    salah satu elemen berpengaruh dalam pembentukan harga adalah Demand (permintaan),nah kalo rakyat tau harga bakal naik…rakyat yg buta ilmu ekonomi bakalan cenderung borong harga
    Dan terjadilah shifting pada permintaan

    Inilah yg sebenernya bikin harga naik, bukan karena pemerintah doank yg naikin

    bagi yg mau tau lebih lanjut main aja ke blog aku

     
  14. fisHy

    May 16, 2008 at 19:47

    * irfan : hha. pikiran lo duit mulu perasaan.
    cocok lo jadi pengusaha.
    setau gw, harga minyak juga dipengaruhi sama spekulan harga dan krisis turunnya harga dollar amerika.

     
  15. ssw

    May 17, 2008 at 11:21

    para penimbun minyak pada bikin harga2 naik…

    monopoli yang kacau…

     
  16. fisHy

    May 17, 2008 at 11:24

    * ssw : iya tu bener banget. Minyaknya disimpen sendiri sampe langka, terus kan harganya naik baru deh dia keluarin simpenannya untuk dijual.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: