RSS

A Thousand Splendid Suns

03 Jun

Wow. Ni buku mancai deh pokoknya. Gak nyangka kalo kemaren gw bisa nyelesein baca ini dalam waktu 4 jam diselingi belajar fisika mengenai termodinamika yang dijadiin materi ujian blok hari ini. Cerita dalam buku yang dikarang oleh Khaled Hosseini ini dilatarbelakangi oleh perang Afghanistan yang pecah sejak tahun 1960-an, walau cerita intinya adalah perjuangan hidup dari seorang harami (anak haram) dari seorang majikan dan pembantunya. Tapi latar belakang peperangan itulah yang mengubah nasib para tokoh wanita di buku ini. Mereka terpaksa kehilangan pelindung, entah itu ayah, ibu, teman-teman, bahkan orang yang mereka cintai.

Novel ini terdiri atas 4 bagian, dimana setiap bagiannya menceritakan masing-masing tokoh dalam rentang waktu yang berbeda. Bagian satu tentang masa kecil Maryam hingga ia menikah, bagian kedua mengenai masa kecil Laila hingga ia berpisah dengan Tariq, teman semasa kecilnya yang tanpa sadar ia cintai, bagian ketiga menceritakan mengenai kehidupan pernikahan poligami antara Rasheed-Maryam-Laila, yang penuh dengan kesengsaraan. Rasheed memperlakukan istri-istrinya lebih mirip budak daripada pendamping hidup. Bagian keempat, menceritakan hidup Laila setelah kemunculan Tariq kembali dalam kehidupannya.

Maryam, si Tokoh utama ditampilkan sebagai sosok yang selalu tegar walaupun banyak masalah di hidupnya. Ayahnya yang tidak mau mengakuinya sebagai anak, ibunya yang bunuh diri karena ia nekat menemui ayahnya seorang diri, lalu tidak diterima di rumah ayahnya, yang memiliki 3 istri dan dinikahkan secara paksa saat usianya 15 tahun dengan seorang pria yang usianya terpaut 30 tahun darinya.

Lalu si tokoh pendamping, Laila, yang juga menderita hidupnya karena daerah rumahnya kena serangan bom saat perang, dipaksa berpisah dengan keluarganya *kedua kakaknya wafat dalam keadaan syahid karena terjun ke medan perang*, teman-temannya, dan bahkan Tariq yang selalu menemaninya sejak kecil.

Wow. Itu kata yang selalu gw ucapkan setiap selesai membaca 1 bagian. Begitu hebatnya dampak perang. Banyak orang susah sementara gw malah menyia-nyiakan apa yang udah gw punya. Malah pengen lebih banyak lagi padahal banyak orang yang masih kurang daripada gw.

 
4 Comments

Posted by on June 3, 2008 in Uncategorized

 

4 responses to “A Thousand Splendid Suns

  1. neng fey

    June 20, 2008 at 11:27

    mo baca tapi ngeri, bukunya tebel bgt, :p abis nonton kite runner jadi pegen baca buku kite runner sama a thousand splendid suns, tapi blom jadi2 hehehe

     
  2. fisHy

    June 21, 2008 at 05:25

    * neng fey : gak serem kok. film kite runner udah keluar ya? nonton dimana emangnya? udah baca aja.. dijamin ga rugi!

     
  3. neng fey

    June 21, 2008 at 11:55

    nonton di DVD, hehehe

     
  4. fisHy

    June 22, 2008 at 06:41

    * neng fey : wahh jadi pengen nonton juga.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: