RSS

Hereditas dalam Film

06 Dec

Semalem gw nggak bisa tidur, dan gw jadi punya ide untuk menonton ulang dvd film-film lama yang ada di rumah gw. Pilihan gw jatuh pada film Sky High, soalnya film itu ceritanya simpel, nyeritain tentang kehidupan anak SMA dan gw lagi males nonton film yang pake mikir dulu baru ngerti saat ini. Berhubung gw pengen sambil ngadem nontonnya, jadi gw bawa laptop ke kamar lalu nonton di kamar pake headset, biar adek gw yang lagi tidur di kamar sebelah nggak terganggu.

Cerita pun bergulir. Tentang keluarga Stronghold, dimana Will punya orangtua yang dua-duanya Superhero tapi Will sendiri nggak bisa apa-apa. Tapi karena merasa nggak enak sama kedua orangtuanya, the Commander dan Jetstream, yang menutupi identitas dengan menjadi pengusaha Real Estate, dia melanjutkan pendidikan tingginya ke Sky High, sekolah khusus anak-anak yang punya kekuatan super. Di sekolah ini ada 2 jurusan, yaitu jurusan superhero dan jurusan pembantu superhero.

Dan karena Will masih nggak tau dimana letak kekuatan supernya, dia masuk kelas para pembantu superhero, atau lebih sering disebut kelasnya para pecundang. Semua orang heran. Karena menurut guru di sekolahnya, jarang banget ada anak yang punya kedua orangtuanya berkekuatan super tapi dia sendiri nggak punya kekuatan apapun. Hahahhaa jadi inget sama hukum Mendel. Kalo pun orangtuanya Will heterozigot, harusnya kan perbandingan kemungkinan anak yang punya kekuatan super dan anak yang nggak punya kekuatan super jadi 3:1. Berarti harusnya Will punya kekuatan, kecuali kalo dia emang punya nasib jadi anak yang biasa-biasa aja. Tapi nggak berapa lama kemudian diceritain kalo Will akhirnya berhasil menemukan kekuatannya, dan dipindahin ke kelas Superhero.

Dari film ini gw jadi sadar bahwa setiap manusia pasti punya kekuatan yang berguna. Nggak semua orang  yang disebut Superhero adalah Superhero sejati. Pada akhirnya mereka juga membutuhkan orang lain, dan bisa aja orang itu bukan superhero. Halah, apaan sih. Intinya mah semua orang itu hebat dan orang yang terlihat biasa-biasa aja belum tentu nggak bisa melakukan hal yang luar biasa.

Ngomongin film, gw jadi pengen nonton Twilight. Kebetulan yang main di film Sky High ini adalah Michael Angarano, pacarnya si Kristen Stewart. Haghag jadi inget sama Bella Swan and also, si Edward Cullen yang diperankan Robert Pattinson. Kata temen gw yang udah nonton si Edward ganteng banget. Tatapan matanya itu lohh.. nggak nahan! Tapi gw masih harus sabar menanti minggu depan kalo mau nonton. Soalnya urusan remedial ulangan kemaren belum beres dan les gw minggu ini selesai semua. ILP, naik atau nggak naik tingkat, nggak bakal gw lanjutin. NF udah libur juga jadi bisa bebas jalannya. Sip dah. Semoga cepetan dateng itu hari Jumat.

 
3 Comments

Posted by on December 6, 2008 in uncategorized

 

3 responses to “Hereditas dalam Film

  1. nugrahaboy

    December 6, 2008 at 22:10

    PERTAMAXXX!!!!

    Perpakin Line Don’t Cross

    ===================

     
  2. agunk agriza

    December 7, 2008 at 04:59

    bner bgt .

    pertama :
    sky high school emg kren tuh film

    kedua :
    semua orang adalah/bisa jadi superhero . wlopun tampangnya rebel kyk gw gini, hhi

     
  3. cryptograv3

    December 30, 2008 at 20:03

    kalo ‘kekuatan superhero’ itu resesif gimana?

    haha..

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: