RSS

Up

23 Aug

Sudah 4 minggu saya pergi dari rumah. Ya ampun, nggak terasa. Saya kangen kamar ungu-hijau saya. Saya kangen (walaupun enggak mengakuinya) teriakan adik saya yang sering minta diajari matematika atau kimia. Saya kangen internetan unlimited dengan speed 120 MbPS lagi pakai laptop di depan TV ruang keluarga, menemani ibu saya yang sedang nonton TV. Saya kangen membukakan pintu rumah untuk ayah saya saat malam Sabtu, hari dimana beliau pasti pulang ke rumah setelah seminggu bertugas di luar kota sana. Ya ampun, ternyata anak yang biasanya cuek dan tidak terlalu pedulian pada apa yang terjadi di sekitar saya bisa nangis sambil nulis postingan ini ditemani Soundtracknya film Up.

Soalnya film ini adalah film terakhir yang saya tonton sebelum saya pergi ke Surabaya, Cuma berdua dengan adik saya pula, gara-gara waktu itu kami bosan nunggu orangtua yang sedang ada acara di mall yang sama, jadi kami kabur ke 21 dan nonton film Up. Asal anda semua tahu, pas nonton film ini mata saya berkaca-kaca terus loh. Sebenarnya saya sudah mau nangis tuh, sayangnya ada adik saya di sebelah yang sepertinya tahu kalo saya bakal nangis jadinya dia berkali-kali nengok ke arah saya terus. Akhirnya nggak jadi deh acara nangisnya. Padahal waktu itu lagi masa-masa kegelapan saya. Entah kenapa, saya merasa terpuruk banget gara-gara nggak bisa masuk UI (Ya Allah, padahal itu kan mimpi saya dari jaman SD) meskipun saya sudah dapat tempat kuliah sejak bulan April (walau saya nggak terlalu berharap kalau akhirnya saya kuliah disitu).

Sekarang Alhamdulillah saya mulai bisa bernapas lega (walaupun tengah dihimpit oleh tugas ospek, masa saya sekelompok disuruh bikin semacam buku tahunan fakultas gitu sama kakaknya dalam waktu sebulan). Saya tahu saya masih sering miris kalau saat online membaca update status teman-teman yang kini di profile facebook-nya ada tulisan begini: College: Universitas Indonesia 2009, faculty of xxxx.Beneran deh. Ada juga perasaan berdesir aneh yang muncul saat kemarin saya OSPEK dan diputarkan film tentang sejarah Unair, soalnya mereka nyebut-nyebut kalau FK Unair itu pecahannya FK UI. Alamak.  Padahal saya semingguan ini sudah fasih menyanyikan Hymne Airlangga, tapi tetap saja ya, mungkin memang yang namanya cita-cita masa kecil itu emang lebih terasa menyesakkan kalo nggak bisa diraih.

*lirik-lirik judul postingan* *diam dan berpikir sejenak* *mulai menulis lagi*

Up. Yehe, sampe sekarang saya masih terngiang-ngiang kilasan-kilasan film animasi keren ini. Sebenernya ceritanya agak aneh ya kalo dipikir dengan logika—mungkinkah rumah bisa terbang dan dibawa kesana-kemari dengan mudahnya? Tapi saya rasa pemikiran itu malah jadi merusak kesenangan dan kenikmatan menonton film, bukan? Jadinya saya lupakan saja faktor cerita utama itu dan ikut masuk ke dalam cerita. Saya rasa saat menonton intro film Up, ini ceritanya tentang petualangan biasa saja. Kemudian saat melihat gambar anak kecil bernama Ellie, saya pikir nantinya ini cerita tentang Ellie dan Carl yang berpetualang berdua saat dewasa dan saling jatuh cinta karena pencarian mereka itu—tapi nyatanya tidak. Si Ellie keburu wafat sebelum mereka berhasil mewujudkan mimpi dan bahkan mengisi ‘Adventure Book’ milik Ellie. *saya sudah mau nangis loh sejak adegan Carl dan Ellie ke dokter kandungan tapi dokternya geleng-geleng gitu* Tapi tebakan saya benar sih, mereka berdua memang menikah—hanya saja Carl berpetualangnya sama Russel, anak kecil anggota pramuka sekolah setempat yang ingin mendapatkan ‘lencana membantu orang tua’ supaya selempangnya bisa penuh lencana (Cuma 1 lencana itu aja yang belum dia punya soalnya). Ah saya kok malah jadi spoiler gini ya? Tenang saja, saya nggak mau ngebocorin lagi kok walaupun sekarang filmnya juga udah nggak ada lagi di bioskop.

Setelah saya pikir-pikir lagi, inti cerita ini bukan di petualangannya sih, tapi bagaimana kita bisa bersabar dan berusaha terus untuk mewujudkan keinginan kita yang sempat terpendam. Oh ya, sama satu lagi. Kesetiaan. Saya selalu suka dengan sifatnya Carl yang setia sama Ellie sampai mati. Saya juga selalu suka sama semangatnya yang nggak pernah mati, walaupun persendiannya mulai berbunyi ‘krek, krek’ setiap di bangkit dari duduknya dan dia harus jalan pakai tongkat. Saya juga suka Russel, karena dia cerdas dan menyadarkan bahwa lebih tua belum tentu lebih segalanya. Kadang anak kecil justru yang lebih peka dan cerdas bersikap daripada orang dewasa. Pokoknya, anda-anda yang belum nonton, wajib nonton film ini. Dijamin nggak rugi.

*lirik-lirik paragraf yang awal-awal* *berpikir sejenak*

Apakah saya harus ikut tes masuk lagi tahun depan untuk mengejar mimpi saya? Entah ya, saya masih bingung. Masih penasaran sih, tapi disini saya mulai punya teman yang seru-seru juga. Saya sudah mencanangkan target dengan teman saya untuk menjadi anak gaul Surabaya (hapal rute angkot minimal, tau lokasi tempat-tempat asik buat jalan dan TERUTAMA foto-foto, tau tempat nyari makanan yang murah, enak, dan bergizi) dalam 1 tahun ini. Selain itu, saya juga malas ospek lagi. Err—gimana ya enaknya?

 
7 Comments

Posted by on August 23, 2009 in uncategorized

 

7 responses to “Up

  1. neng fey

    August 24, 2009 at 20:24

    semangat ya..
    jangan lupa cobain rawon kalkulator *eerr.. lupa rawon itu didaerah mana, pokoknya bukanya pasti malem2 deh*

     
    • Visi

      September 8, 2009 at 12:48

      Makasih atas dukungannya. BTW rawon kalkulator itu wujudnya kayak gimana sih? saya taunya rawon setan. hehehe.

       
  2. riska

    August 27, 2009 at 00:13

    visi,aku ganti link yaaa :3 jangan lupa diganti,hehehhe

     
    • Visi

      September 8, 2009 at 12:49

      oke Riska.. maaf baru sempet diganti.

       
  3. indowaps

    August 29, 2009 at 23:33

    belajar aja yang tekun mbak, jangan buat orang tua kecewa

     
  4. iman

    October 21, 2009 at 20:24

    yang membuat bagus film UP adalah balonnya yang “berwarna-warni”, saya suka semua film Pixar terutama: UP, Wall-E, dan Monster Inc

     
    • Visi

      October 22, 2009 at 10:32

      Haha saya suka hampir semua film Pixar. Soalnya ceritanya unik tapi sarat makna dan gambarnya lucu-lucu. hehe.

      Pas masih kecil saya nangis loh pas nonton Monster Inc.

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: