RSS

Mengalah Untuk Hidup

08 Aug

Kekalahan memang menyakitkan, tapi bagaimana kalau kekalahan justru membawa anda pada kebaikan? Maukah anda mengalah?

Hidup tak akan pernah bisa didefinisikan dengan jelas dan terperinci, karena setiap orang memiliki persepsi yang berbeda mengenai hidup. Perbedaan persepsi inilah yang menyebabkan setiap manusia juga memiliki tujuan hidup yang berbeda. Ada yang menetapkan bahwa kekayaan adalah tempat terakhir yang ingin seseorang huni, ada yang menetapkan popularitas sebagai satu-satunya hal yang ingin ia capai, ada juga yang hanya ingin hidup bahagia, entah bagaimana ia mendefinisikan hal tersebut.

Mengapa manusia, termasuk saya, memiliki persepsi yang berbeda-beda dan unik? Tentu karena hidup yang mereka jalani sejak kecil berbeda alur ceritanya. Saya, misalnya. Dibesarkan sebagai anak pertama membuat saya jadi terbiasa diberi perintah oleh ibu saya untuk mengalah pada adik, maka hasilnya saya yang sekarang ini sering mengalah bahkan pada orang yang bukan adik saya. Sejak dulu pada diri saya ditanamkan, mengalah bukan berarti kalah. Mengalah justru berarti berkorban bagi sesama, dan berkorban adalah suatu hal yang positif. Kesimpulan yang saya ambil, mengalah adalah suatu hal yang positif. Kadang saya memang berontak, berpikir bahwa untuk berkorban tidak harus selalu menjadi terlihat kalah di hadapan orang lain, namun sekali lagi karena apa yang telah tertanam dalam benak saya adalah mengalah bukan suatu kekalahan, saya akhirnya kembali mengalah dan mengalah lagi.

Kemudian pemikiran baru muncul di benak saya. Mengalah untuk menolong orang lain, sama saja bukan dengan mengabdi? Mengabdi kepada yang lain, kepada makhluk yang membutuhkan uluran tangan kita. Namun apakah orang yang saya tolong memang butuh pertolongan? Jangan-jangan malah tidak—justru sebenarnya yang butuh pertolongan adalah diri saya sendiri, namun kebutuhan saya untuk ditolong selalu tersamarkan oleh rasa ingin membantu? Saya ingat, ibu saya selalu minta saya untuk tidak sok jadi pahlawan. Saya sadar, saya tidak bisa selalu ada untuk orang lain. Saya juga paham bahwa kesempurnaan adalah sesuatu yang hanya bisa diharapkan ada, tapi tak akan pernah ada selama manusia masih punya rasa ketidakpuasan.

Ketidakpuasan ini mengakibatkan timbulnya kekosongan pada diri manusia. Mereka menganggap sesuatu yang utuh baru akan berguna, karena itu manusia melakukan pencarian dalam hidup mereka untuk melengkapi bagian yang hampa. Semakin lama melakukan pencarian, semakin banyak hal-hal baru yang manusia temukan—baik itu jawaban dari segala pertanyaannya, atau malah pertanyaan-pertanyaan baru bagi apa yang ia pertanyakan sebelumnya.

Jadi, sebenarnya untuk apa ya saya memikirkan hal-hal semacam ini? Untuk mengerjakan tugas. Berarti saya mengalah pada tugas yang diberikan dosen? Berarti saya orang baik—patuh pada perintah dan rela berjuang demi diluluskan dengan nilai bagus. Nilai bagus untuk siapa? Untuk saya—ah kedua orangtua saya juga mungkin. Lalu setelah itu nilainya diapakan? Tidak tahu—disimpan saja transkripnya, untuk nanti melamar kerja kan bisa. Ah mungkin benar kata ibu saya, mengalah saja dulu, kemudian lakukan pengabdian sambil mencari tahu untuk apa sebenarnya saya hidup. Lalu, apa tujuan hidup saya? Ya mengabdi untuk banyak orang sambil memaknai hidup—kalau bisa tidak pakai acara terpaksa kalah.

postingan yang ini sebenarnya merupakan makalah (atau paper? entah, saya tidak tahu bedanya walau sudah setahun jadi mahasiswa) yang saya tulis dalam rangka mengerjakan tugas Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Filsafat Manusia. Berhubung dulu saya pernah janji sama seseorang untuk mengepos tugas-tugas kuliah saya yang dapat nilai bagus, jadilah saya post disini. Boleh jadikan tulisan saya ini inspirasi anda, tapi mohon bilang saya dulu sebelumnya. Makasih😀

 
Leave a comment

Posted by on August 8, 2010 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: